Robot perawat mengurangi kekurangan staf di Jepang

Robot yang dirancang untuk merawat anak-anak diperkenalkan di Jepang dalam upaya untuk mengurangi kekurangan akut staf penitipan anak di negara tersebut.

Global Bridge Holdings, sebuah perawatan anak berbasis di Tokyo, telah berkolaborasi dengan akademisi Gunma University untuk mengembangkan sistem baru dengan menggunakan robot dan sensor untuk memantau anak-anak.

Robot bernama Vevo, lengkap dengan kepala berbentuk beruang dan bodi humanoid, yang mampu mengenali dan menyapa anak serta merekam suhu tubuh mereka dengan menggunakan thermograph.

Robot itu dilengkapi oleh sistem sensor terpisah yang dapat memantau denyut jantung dan pergerakan anak-anak saat mereka tidur di ranjang bayi mereka ketika tidur siang, dengan alarm yang bisa dipicu jika terdeteksi adanya kelainan.

Sistem terpadu yang baru saat ini sedang diujicobakan di Tokyo, satu dari 27 pusat penitipan anak nasional yang dioperasikan oleh Global Bridge Holdings, dengan rencana untuk mengenalkannya di fasilitas kedua di Prefektur Gunma bulan depan.

Setelah menguji coba sistem di perusahaannya sendiri, perusahaan tersebut berharap dapat mengkomersilkan dan menjual sistem itu sekitar empat juta yen dari bulan April mendatang.

Ini adalah penciptaan tepat waktu untuk industri penitipan anak yang terkena krisis di Jepang, yang menderita kekurangan staf nasional yang dipicu oleh jam kerja yang panjang dan upah rendah.

Sementara itu, permintaan untuk mengasuh anak jauh melampaui ketersediaan, dengan banyak ibu kembali bekerja setelah memiliki anak karena mereka tidak dapat memperoleh tempat di sistem penitipan anak umum.

Menurut kementerian kesehatan, ketenagakerjaan dan kesejahteraan, sebanyak 26.081 anak-anak masuk dalam daftar tunggu untuk fasilitas penitipan anak pada tanggal 1 April, awal tahun ajaran ini (menandai kenaikan 2.528 dibandingkan tahun lalu).

Yuji Takashima, juru bicara Solusi Sosial, anak perusahaan Global Bridge Holdings di belakang proyek robotika penitipan anak, mengatakan kepada The Telegraph, dengan mendukung pendidikan penitipan anak menggunakan robot ini, ia percaya akan dapat mengatasi kekurangan perawat anak dan meningkatkan standar kualitas.

Robotika semakin banyak digunakan di Jepang untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja manusia, karena bangsa ini berjuang dengan populasi yang cepat menua.

Dari hotel yang dioperasikan oleh humanoids ke kantor asuransi dimana robot menggantikan staf manusia, sebuah rakit industri di Jepang bereksperimen dengan konsep penggunaan teknologi robotika untuk memudahkan kekurangan staf dan mengurangi biaya.

Menurut laporan, satu perusahaan bahkan telah melatih robot sebagai pendeta Buddha untuk dipekerjakan, memprogramnya untuk membaca tulisan suci, doa doa dan drum untuk ambil bagian dalam upacara pemakaman.

Images :
Solusi Sosial
Powered by Blogger.