Kazakhstan akan mengenalkan kembali harimau liar

Harimau liar akan diperkenalkan kembali di Kazakhstan setelah mereka punah di negara ini sejak 70 tahun silam.

Hewan-hewan tersebut akan diperkenalkan kembali di wilayah Ili-Balkhash dalam sebuah proyek yang melibatkan penciptaan cagar alam dan pemulihan hutan yang merupakan bagian dari rentang sejarah hewan tersebut.

Jika berhasil, Kazakhstan akan menjadi negara pertama di dunia yang membawa harimau liar kembali ke seluruh wilayah di mana mereka telah punah selama hampir setengah abad. Proyek relokasi sebelumnya hanya dipertimbangkan di habitat harimau yang ada, seperti di India.

Perburuan dan hilangnya habitat telah menghancurkan satwa liar yang pernah dimakan harimau liar, termasuk kulkan, atau keledai liar, dan rusa baktir, yang berasal dari Asia Tengah. Hewan-hewan tersebut akan diperkenalkan kembali ke cagar alam untuk menyediakan makanan yang cukup bagi harimau saat mereka dipindahkan dari tempat lain di Asia.

Proyek yang didukung WWF kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun. Lingkungan harus disiapkan dan margasatwa yang mereka makan diperkenalkan kembali sebelum harimau pertama dibawa pada tahun 2025 paling cepat.

Igor Chestin, direktur WWF-Rusia mengatakan berkat kerjasama erat antara Kazakhstan dan ahli konservasi Rusia, sekarang telah mengidentifikasi wilayah terbaik di Ili-Balkhash untuk pemulihan populasi harimau liar yang berkembang.

"Kerja sama kami yang terus berlanjut akan menjadi kunci dalam penciptaan cadangan baru yang berhasil, pemulihan spesies asli langka dan, dalam beberapa tahun mendatang, mencapai sebuah relokasi trans-batas harimau liar yang belum pernah terjadi sebelumnya sampai ke Asia Tengah,” katanya, dikutip dari the guardian.

Sejak awal abad ke-20, harimau liar telah kehilangan lebih dari 90% dari jangkauan sejarah mereka, termasuk di Asia Tengah (Turki modern dan Iran ke barat laut China). Harimau liar benar-benar lenyap dari Kazakhstan pada tahun 1940-an karena perburuan dan hilangnya wilayah, kata WWF.

Diperkirakan sekitar 100.000 harimau liar pada awal abad ke-20. Sekarang ada sekitar 3.900, namun diharapkan proyek Kazakhstan akan memainkan peran kunci dalam meningkatkan jangkauan dan populasi harimau.

Askar Myrzakhmetov, menteri pertanian, mengatakan Kazakhstan bergerak di sepanjang jalan pembangunan hijau. “Kami merasa terhormat untuk menjadi negara pertama di Asia Tengah yang menerapkan proyek penting dan berskala besar, yang tidak hanya akan membawa harimau liar kembali ke rumah nenek moyang mereka namun juga melindungi ekosistem unik kawasan Ili-Balkhash,” katanya.

Ekaterina Vorobyeva, direktur program WWF-Rusia di Asia Tengah, mengatakan bahwa ada kerja keras di depan untuk membuat daerah tersebut siap. "Itu berarti menangani kegiatan perburuan liar dan ilegal, memiliki penjaga yang terlatih dan dilengkapi dengan baik, populasi mangsa yang berkembang dan melibatkan masyarakat lokal,” katanya.

Images:
WWF UK
Powered by Blogger.