Simpanse mungkin menderita penyakit Alzheimer

Sampai saat ini hanya manusia yang ditemukan menderita kondisi Alzheimer, yang bisa mengakibatkan demensia parah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan simpanse mungkin juga mengalaminya.

Ilmuwan yang mempelajari otak dari 20 simpanse tua menemukan plak tertentu dan kelainan lainnya yang mengindikasikan bahwa mereka mengalami Alzheimer.

Tidak jelas apakah mereka mengalami penurunan kognitif yang sama dengan yang manusia alami. Apapun, ilmuwan berharap temuan yang dipublikasikan di Neurobiology of Aging, dapat mendapatkan lebih banyak penemuan tentang kondisinya.

Pada manusia yang menderita Alzheimer, kelompok protein yang disebut beta-amyloid terbentuk di antara sel-sel saraf. Gumpalan bisa menghalangi sel saling memberi sinyal atau mengaktifkan sel sistem kekebalan tubuh, memicu peradangan.

Seiring dengan sebuah tim, Melissa Edler, dari Northeast Medical University, mempelajari empat area neokorteks dan hippocampus simpanse di otak manusia yang diketahui terkena Alzheimer.

Peneliti menemukan plak dan kelainan lain yang terkait dengan kondisi di 12 dari 20 simpanse yang mereka pelajari.

Tapi Mary Ann Raghanti, dari Kent State University, yang laboratoriumnya menjalankan tes tersebut, mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengetahui apakah primata menderita kerusakan kognitif yang sama seperti yang dialami manusia. Temuan ini bisa membantu ilmuwan mempelajari penyakit tersebut

"Sampel kami telah dikumpulkan selama beberapa dekade, tanpa data kognitif yang konsisten atau ketat yang menyertainya. Jadi tidak mungkin mengatakan apakah simpanse telah menghancurkan kerugian kognitif atau tidak,” katanya, dikutip dari the independent.(kakikukram.com)

Images:
getty
Powered by Blogger.