Melarikan diri dari banjir India, Badak berhadapan dengan pemburu

Seekor badak yang terancam punah yang melarikan diri dari banjir mematikan yang melanda India utara. Namun, sekarang menghadapi ancaman lain.

Banjir yang parah sejak bulan Juni di Assam State telah memaksa setengah juta orang pergi dari rumah mereka dan meninggalkan sejumlah hewan di Taman Nasional Kaziranga dalam bahaya besar, kata Pramila Rani Brahma, menteri kehutanan dan lingkungan negara bagian.

Taman itu adalah rumah bagi gajah, rusa babi India, kerbau liar dan badak bertanduk satu, spesies yang menghadapi "risiko kepunahan tinggi di alam liar," menurut World Wildlife Fund.

Beberapa hewan, termasuk sebagian besar gajah taman tersebut, telah berhasil melarikan diri dari banjir ke daerah-daerah dekat. Pejabat taman mengatakan bahwa mereka dapat memberi perlindungan dari pemburu. Namun ada badak yang telah lolos ke daerah-daerah yang sulit bagi penjaga hutan untuk berpatroli,” kata Satyendra Singh, Direktur taman

Sebagian besar stasiun ranger taman telah banjir. Pihak berwenang telah beralih ke teknologi untuk berpatroli di taman seluas 195 mil persegi, mengandalkan pesawat untuk memantau badak dan mencari pemburu. Pesawat tak berawak, kata Singh, bisa mengikuti hewan bahkan saat mereka meninggalkan taman.

"Mereka akan pergi ke tempat penampungan. Jadi kita harus memberi perlindungan pada hewan-hewan itu, dan kapan pun ada hewan yang pergi ke luar taman, kita akan mengirim tim kami bersama mereka," kata Singh kepada The Associated Press.

Rangers juga dipasang di sepanjang jalan raya di dekat taman, mencari kendaraan untuk pemburu dan memberikan keamanan pada hewan yang berusaha menyeberang jalan.

Badak bertanduk satu, juga dikenal sebagai badak India, adalah spesies terbesar. Hewan-hewan itu pernah ditemukan di seluruh India utara dan pegunungan Himalaya timur, namun perburuan dan hilangnya habitat telah menghancurkan jumlah mereka. Saat ini, sekitar 3.500 badak bertanduk satu masih dipercaya berada di alam liar, yang sebagian besar tinggal di Taman Nasional Kaziranga.

Musim hujan tahunan India berlangsung dari bulan Juni sampai September. Banjir tahun ini telah menewaskan 28 orang dan jumlah binatang yang tak terhitung.

Pihak berwenang mengatakan badak bayi sangat berisiko. Tahun lalu, 17 badak bertanduk satu terbunuh dalam banjir.(kakikukram.com)

0 komentar:

Post a Comment