'Krisis kelangsungan hidup panda' tetap serius

Upaya konservasi terhadap panda dianggap telah berhasil. Namun demikian, hewan tersebut tetap menghadapi risiko kepunahan yang ‘tinggi’ di alam liar. Meski status sebelumnya merupakan ‘sangat tinggi’.

Sekitar 55 persen kelompok panda memiliki kurang dari 10 anggota individu dan hanya 33 persen memiliki lebih dari 30, yang dianggap sebagai jumlah minimum untuk memastikan kelangsungan hidup populasi.

"Kita tidak bisa hanya fokus pada jumlah keseluruhan panda liar dan luas habitat, mengabaikan fragmentasi habitat dan isolasi populasi," tulis para peneliti.

Mereka menyarankan agar upaya konservasi bisa menutupi masalah yang lebih mendasar. Krisis kelangsungan hidup panda raksasa itu rumit karena adanya perlindungan dan interferensi. Luas habitat total dan ukuran populasi meningkat karena tingkat fragmentasi juga meningkat.

Mereka menggunakan "teori malapetaka" untuk menganalisis situasi yang dituangkan dalam dua survei populasi panda yang baru-baru ini, yang dilakukan antara tahun 1999 dan 2003 dan kemudian antara tahun 2011 dan 2014.

Data terbaru menunjukkan bahwa 73 persen persen penduduk lokal memiliki risiko bertahan hidup yang tinggi dan 55 persen populasi lokal mencakup kurang dari 10 individu.

Fragmentasi habitat dan gangguan manusia merupakan faktor terpenting yang berdampak negatif pada stabilitas ekosistem dan meningkatkan risiko kelangsungan hidup panda. Dengan demikian, krisis kelangsungan hidup panda tetap serius.

Kepedulian berkembang tentang tingkat kepunahan spesies di planet ini, sebagian besar akibat aktivitas manusia. Ini sekarang serupa dengan tingkat kepunahan yang terjadi selama lima peristiwa kepunahan massal global selama 500 juta tahun terakhir, yang disebabkan oleh berbagai efek seperti meteorit dan letusan gunung berapi yang masif.

Kematian satwa liar yang menakjubkan karena manusia adalah salah satu alasan mengapa ahli geologi mempertimbangkan untuk mengumumkan sebuah zaman baru, yang disebut Antroposen setelah spesies kita. Tulang satwa liar punah dari zaman kita akhirnya akan membantu membentuk garis yang bisa dikenali di bebatuan masa depan.(Sumber; the independent)

Powered by Blogger.