Penguin bermata kuning Selandia Baru menghadapi kepunahan

Penguin bermata kuning yang merupakan ikon Selandia Baru bisa punah dari daratan dalam 25 tahun ke depan.

Tempat berkembang biaknya yang sekarang dengan hanya ada beberapa pasang yang mencoba untuk dibawa saat burung itu tertangkap dalam jaring ikan, terbunuh oleh racun tak dikenal di laut dan menderita karena degradasi umum lingkungan laut oleh ulah manusia. .

Pemanasan global juga dianggap berperan dalam kematian hewan tersebut, menurut perkiraan sekitar sepertiga dari jumlahnya menurun.

Burung terkenal Selandia Baru lainnya, kiwi, juga bermasalah dengan kiwi coklat utara dan kiwi coklat Okarito yang keduanya digolongkan sebagai terancam oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam.

Dalam sebuah studi baru, para periset mengembangkan sebuah model untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada penguin bermata kuning di Semenanjung Otago dalam beberapa dekade mendatang.

Diterbitkan di jurnal PeerJ, hasil yang dihasilkan oleh satu model menemukan bahwa burung-burung tersebut akan punah secara lokal pada tahun 2060 karena meningkatnya suhu lautan yang mempengaruhi kemampuan mereka berkembang biak dengan baik.

Dr Ursula Ellenberg, dari Universitas La Trobe, yang telah meneliti penguin bermata kuning selama 14 tahun terakhir, mengatakan sangat menyedihkan untuk melihat daerah penguin-penguin yang sebelumnya berkembang biak banyak, sekarang hanya dengan beberapa pasangan saja.

Penulis makalah penelitian, Dr Thomas Mattern, menunjukkan status burung di Selandia Baru. Selain Hewan yang digunakan untuk mempromosikan negara ini sebagai tujuan wisata tersebut perlahan-lahan tergelincir menuju kepunahan lokal.

"Masalahnya adalah kita kekurangan data untuk meneliti sejauh mana dampak manusia, mulai dari interaksi perikanan, mengenalkan predator terhadap gangguan manusia, yang semuanya berkontribusi pada kematian penguin. Namun, mengingat bahwa perubahan iklim hanya menjelaskan sekitar sepertiga dari variasi angka penguin, jelas faktor-faktor lain memainkan peran penting,” katanya, dikutip dari independent.co.uk.

Para peneliti mendesak Pemerintah untuk mengambil langkah menyelamatkan hewan tersebut. Di koran, mereka menulis, “penguin bermata kuning diam-diam menyelinap pergi dan kita perlu membuat pilihan.”

"Tanpa tindakan konservasi segera, berani dan efektif, kita akan kehilangan penguin ini dari pantai kita dalam masa hidup kita,” ungkapnya.(kakikukram.com)

Images:
Independent.co.uk
Powered by Blogger.