Pengadilan Indonesia menjatuhkan dua pria gay ke hukuman cambuk di muka umum

Pengadilan syariah di Aceh telah menghukum dua pria gay ke hukuman cambuk di depan publik, yang selanjutnya merongrong citra moderat negara itu setelah seorang politisi Kristen dipenjara karena menghujat.

Pengadilan tersebut mengatakan bahwa pria berusia 20 dan 23 tahun itu masing-masing akan mengalami cambukan karena melakukan hubungan seksual.

Salah seorang pria menangis saat putusannya dibacakan dan memohon keringanan. Jaksa penuntut utama, Gulmaini, mengatakan bahwa mereka akan dicambuk minggu depan, sebelum Ramadan dimulai sekitar tanggal 25 Mei.

Hukuman pada hari Rabu bertepatan dengan Hari Internasional Melawan Homofobia dan Transfobia.

Keduanya ditangkap pada akhir Maret lalu setelah warga sekitar di ibukota provinsi, Banda Aceh, masuk ke kamar sewaannya dan menangkap basah mereka sedang berhubungan seks.

Hakim ketua, Khairil Jamal, mengatakan bahwa keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan hubungan seks gay.

Dia juga mengatakan majelis hakim memutuskan untuk tidak menerapkan hukuman maksimal 100 cambuk karena mereka berlaku sopan di pengadilan, bekerja sama dengan pihak berwenang dan tidak memiliki tindakan kriminal sebelumnya. "Sebagai Muslim, para terdakwa harus menjunjung hukum syariah yang berlaku di Aceh," kata Jamal.

Kelompok hak asasi manusia internasional telah menggambarkan perlakuan terhadap mereka itu sebagai tindakan kasar dan memalukan, serta meminta pembebasan segera. Human Rights Watch mengatakan pada bulan April bahwa penghukuman di depan publik merupakan penyiksaan menurut hukum internasional.

Reputasi Indonesia untuk mempraktekkan bentuk moderat Islam telah babak belur dalam setahun terakhir sebagai akibat serangan terhadap agama minoritas, lonjakan penganiayaan terhadap pria gay dan saat pemilihan untuk gubernur ibukota, Jakarta, yang menyoroti pertumbuhan kekuatan kelompok Islam garis keras.

Bulan ini, gubernur Jakarta yang kalah, Ahok, dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena komentarnya saat kampanye dianggap menghujat Al Qur'an. Hukumannya lebih berat daripada yang tuntutan dari jaksa, yaitu meminta masa percobaan dua tahun.

Aceh adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim yang diizinkan untuk menjalankan hukum syariah, yang merupakan konsesi yang dibuat oleh pemerintah nasional pada tahun 2006 untuk mengakhiri perang dengan separatis. Beberapa wilayah lainnya telah menerapkan peraturan ala syariah.

Caning juga merupakan hukuman atas perzinahan, perjudian, minum alkohol, wanita yang mengenakan pakaian ketat dan pria yang melewatkan sholat Jumat. Lebih dari 300 orang dicambuk karena pelanggaran tersebut tahun lalu.(kakikukram.com)

Images:
Getty Images
Powered by Blogger.