Pesaing dalam Perburuan Kehidupan di Luar Angkasa Ditemukan para Astronom

Exoplanet LHS 1140b diyakini sekitar 40% lebih besar dari Bumi dan terletak 39 tahun cahaya di konstelasi Cetus, yang mengorbit bintang katai merah

Sebuah planet berbatu yang mengorbit bintang katai merah telah dinyatakan sebagai pesaing terbaru dalam berburu kehidupan di luar tata surya.

Dunia baru yang ditemukan itu terlihat saat melintasi wajah bintang induknya dan melemparkan bayangan nyaris tak terlihat yang terdeteksi oleh observatorium the MEarth-South observatory in the Chilean desert. Planet ini terletak 39 tahun cahaya dan diyakini mengintai di zona layak huni. Di mana air cair dapat mendukung kehidupan seperti yang kita kenal.

Jason Ditton di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics mengatakan exoplanet baru, yang dikenal sebagai LHS 1140b, adalah yang paling menarik yang ia telah lihat dalam 10 tahun terakhir. “Kami hampir tidak bisa berharap untuk target yang lebih baik untuk melakukan salah satu pencarian terbesar dalam ilmu; mencari bukti kehidupan di luar Bumi,” katanya, dikutip dari the guardian.

Para astronom sekarang menemukan planet baru dengan frekuensi, sehingga apa yang dianggap sebagai rumah paling menjanjikan untuk makhluk luar angkasa ada perubahan kemajuan dari bulan ke bulan. Pada bulan Februari, para ilmuwan melihat tujuh planet di sekitar bintang lain pada jarak yang sama dengan LHS 1140, sebuah penemuan yang berarti pencarian kehidupan di tempat lain bisa mulai lebih cepat daripada perkiraan. Tahun lalu, para astronom mengangkat prospek kehidupan di Proxima b, sebuah planet yang mengelilingi bintang terdekat yang hanya berjarak empat tahun cahaya dengan Bumi.

Apa yang membuat LHS 1140b penting adalah bahwa hal itu tidak dibombardir dengan banyaknya radiasi berenergi tinggi seperti planet-planet lain di sekitar bintang yang sama. Ledakan intens radiasi mampu menanggalkan atmosfer renggang dan membahayakan kehidupan. Dalam lingkungan yang lebih ramah pada LHS 1140b, magma lautan luas bisa menjadi uap ke atmosfer, mengisi planet ini dengan air, kata para ilmuwan.

pengukuran lebih lanjut dari planet oleh European Southern Observatory di Chile telah menemukan ukuran planet sekitar 40% lebih besar dari bumi, tetapi dengan tujuh kali massa, yang astronom percaya dapat dijelaskan berupai berbatu dengan padat, inti besi. Rincian penemuan ini dilaporkan dalam jurnal Nature.(kakikukram/the guardian)

Images:
The guardian

0 komentar:

Post a Comment