Dicari: relawan yang bersedia tidur selama dua bulan

Tidur adalah batas akhir bagi para ilmuwan Perancis dalam mempelajari gaya berat mikro. Mereka mencari 24 orang yang bersedia untuk makan dan melakukan semua fungsi tubuh di tempat tidur selama 60 hari.

Para peneliti di institut medis Perancis mengiklankan untuk siapapun yang bisa, secara harfiah, melakukan pekerjaan impian. Mereka mencari relawan untuk menghabiskan 60 hari telentang mereka untuk mempelajari efek dari gaya berat mikro, keadaan tanpa bobot virtual.

Bagi para ilmuwan di InstitutKedokteran dan Fisiologi (Medes) dekat Toulouse, pekerjaan ini memiliki titik serius.

24 kandidat yang berhasil memiliki kriteria fit dan sporty, laki-laki berusia 20-45 yang tidak merokok, tidak memiliki alergi dan indeks massa tubuh maksimum antara 22 dan 27. Kandidat akan menjalani serangkaian tes selama dua minggu sebelum dan setelah menghabiskan dua bulan di tempat tidur .

“Ide dari penelitian ini adalah untuk mereproduksi bobot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS),” kata Dr Arnaud Beck, yang mengkoordinasikan percobaan, dikutip dari the guardian, Selasa (4/4/2017).

“Selama dua minggu pertama para ilmuwan kami akan melakukan seluruh rangkaian tes dan pengukuran pada para relawan. Ini akan diikuti oleh periode 60-hari di mana mereka harus tetap di tempat tidur, kepala sedikit miring ke bawah kurang dari enam derajat,” tuturnya.

Itu semua atas nama ilmu pengetahuan, tetapi ia memperingatkan pekerjaan itu lebih berat dari yang terdengar dan mereka yang tergoda harus menerapkan untuk makan, mencuci, dan melakukan semua fungsi tubuh sambil berbaring di tempat tidur. “Aturannya adalah untuk menjaga setidaknya satu bahu kontak dengan tempat tidur atau ruangnya,” ucapnya.

Final dua minggu akan dihabiskan untuk “memulihkan diri” dan menjalani tes lebih lanjut untuk menetapkan konsekuensi setelah tidak menginjakkan kaki ke tanah selama dua bulan.

Beck mengatakan percobaan bertujuan untuk melihat efek merugikan dari bobot berkepanjangan pada tubuh manusia dan untuk menemukan cara-cara baru agar bisa mengatasi masalah itu.

“Dalam kondisi tertentu sistem kardiovaskular dipengaruhi dan tidak mampu membuat usaha yang sama seperti sebelumnya percobaan. Kami bahkan melihat kecenderungan yang lebih besar untuk tekanan darah dan vertigo,” katanya.

Seperti astronot yang telah menghabiskan waktu yang lama di ruang angkasa, relawan mengalami kehilangan otot di tubuh bagian bawah, penurunan kepadatan tulang dan sulit untuk berdiri setelah itu, katanya.

Siapa pun yang tergoda untuk melakukannya, bisa nelkihat lowongan di sini.(kakiku kram)

Images:
The guardian

0 komentar:

Post a Comment