Colombia Longsor: Lebih dari 43 Anak-anak Menjadi Korban

Setidaknya 43 anak-anak dipastikan tewas menjadi korban di Mocoa. Para korban itu dievakuasi dari lumpur dan puing-puing yang tersisa setelah banjir besar.

Ose Albeiro Vargas terakhir melihat cucunya pada malam saat hujan deras mengakibatkan bencana di kota kecil yang dikelilingi oleh sungai dan pegunungan di Colombia selatan ini. Putri dan cucunya, Jadir Estiven tidak berhasil ditemukan. “Mereka terkena longsoran,” kata Vargas, seorang pemilik toko pakaian yang begitu lelah nyaris tidak bisa berbicara atau membuka matanya, Minggu (2/4/20170 dikutip di the guardian.

Vargas adalah orang Mocoa yang mencari mati-matian untuk anak-anak yang dicintainya. Bencana ini mengakibatkan setidaknya 43 anak termasuk di antara (putri dan cucunya) yang tewas dikonfirmasi dari bencana banjir, menurut Presiden Juan Manuel Santos.

Badan penanggulangan bencana nasional mengatakan Senin bahwa korban tewas resmi telah meningkat menjadi 262. Banyaknya korban ini besar kemungkinan karena hampir semua orang berada di tempat tidur ketika banjir melonjak melewati kota tersebut.

Maria Cordoba, 52, mengatakan, dua dari keponakannya, usia 6 dan 11, tewas ketika rumah mereka hancur. Namun, masihi berhasil menyelamatkan bayinya yang berusia 18 bulan. Saat ini di sungai ia juga mencoba untuk membersihkan barang-barang yang diselamatkan dari rumahnya.

Bencana alam terburuk yang menyerang negara itu dalam beberapa tahun, diperkirakan meningkat karena banyak orang terluka atau tetap belum ditemukan, dan masih dievakuasi dari lumpur, ranting pohon dan puing-puing yang menutupi sebagian kota. Banjir menghancurkan rumah-rumah warga.

“Orang-orang pergi ke rumah mereka dan tidak menemukan apa-apa selain lantai,” kata Gilma Diaz, seorang warga berusia 42 tahun dari kota lain yang datang untuk mencari sepupu.

Puluhan orang berdiri di pintu rumah sakit, berharap berita mengenai anggota keluarga yang tidak pada daftar korban yang dipastikan tewas atau terluka. Lainnya panik mengetuk pintu rumah kerabatnya, berharap menemukan seseorang dengan informasi tentang orang yang mereka cintai.

Jair Echarri, yang berasal dari kota terdekat juga ikut membantu, memahami hilangnya begitu banyak anak-anak. “Saya seorang ayah dan ini menghancurkan hati saya,” katanya.

Santos, yang mengunjungi Mocoa untuk hari kedua berturut-turut Minggu, menyatakan daerah zona bencana. Presiden mengatakan longsoran air dan puing-puing juga menghancurkan jalan dan jembatan, memutuskan aliran listrik di setengah dari provinsi Putumayo, di mana Mocoa terletak, dan menghancurkan jaringan air tawar di daerah itu, menciptakan kondisi berbahaya dan tidak sehat.

Mocoa memang rentan terhadap banjir. Hal ini disebabkan karena kondisi geografisnya dikelilingi oleh tiga sungai alami yang diciptakan oleh pegunungan sekitarnya.

Bahaya telah meningkat lebih buruk dalam beberapa tahun terakhir karena deforestasi, yang menghilangkan beberapa perlindungan, dan karena banyak orang membangun rumah mereka dekat dengan air. Tapi peristiwa yang memicunya adalah curah hujan lebih dari lima inci (130 milimeter) yang dimulai Jumat.

“Hujan jatuh dengan intensitas dan kekuatan yang tanpa preseden dan menghancurkan,” kata Santos.

Sebuah laporan hidrologi 1989 untuk kementerian pertanian memperingatkan bahwa bencana seperti itu bisa terjadi kecuali diambil langkah-langkah untuk memperkuat tepi sungai, saluran air jauh dari kota dan mengembalikan beberapa hutan.

Juan Chanchi de Ruiz, 74, mengatakan suara dari banjir bergelombang membangunkannya dan memberinya cukup waktu untuk sampai ke tempat yang lebih tinggi. Rumahnya tanpa kerusakan, tapi beberapa rumah tetangga rusak berat dan banyak orang melarikan diri dengan beberapa barang-barang mereka. “Di sini, tak ada orang. Semua orang pergi,”katanya.

Para pejabat Colombia menjanjikan bantuan untuk membangun kembali rumah-rumah mereka. “Mocoa perlu untuk bangkit dari pukulan ini,” katanya.(kakiku kram)

Images:
The guardian 
Powered by Blogger.