Vintage Clubs, Kaos Sepakbola Gaya Retro

Awal adanya seragam dan sepatu khusus sepakbola berasal dari Great Wardrobe Raja Henry VIII dari Kerajaan Inggris pada tahun 1526. Temuan ini dari hasil penelitian oleh Profesor Maria Hayward dari University of Southampton.

Sepakbola saat itu versinya sangat berbeda dengan permainan modern. Permainan yang masih dianggap brutal dan menjijikkan. Namun, saat itu raja diminta untuk mengambil bagian dalam pertandingan sepakbola. Setidaknya satu hari dalam setahun. Tidak ada aturan khusus, tujuan atau lapangan dan kelompok permainan yang terlibat pemuda menendang bola kulit di sekitar lapangan, sering mengalami cedera serius.

Kantor Great Wardrobe saat itu bertanggungjawab untuk memasok pakaiannya, beserta sepatu sepakbola. “Hal ini sangat mengejutkan bahwa Henry VIII memerintahkan sepasang sepatu bola karena sepakbola bukan permainan yang terkait dengan royalti. Henry VIII memiliki sekelompok pemuda di istananya yang disebut antek dan dia mungkin bermain sepak bola dengan mereka. Dia sangat kompetitif dan sesuai, sebagai pemimpin kerajaan, diduga juga selalu berakhir dengan menangnya,” kata Hayward.

Sejak saat itu, banyak suporter yang datang ke stadion dalam pertandingan sepakbola. Memakai bermacam warna kaos yang mewakili tim favorit mereka. Seragam sepakbola bukan hanya sebagai perangkat pemasaran yang digunakan untuk klub dalam menarik dana.

Namun, juga sebagai symbol kebanggaan, semangat, dan persatuan di antara pendukung tim. Seorang warga negara Italia dan Argentina, Emilio Sansolini yang mempunyai kecintaan terhadap seni, membuat sebuah proyek, Vintage Clubs.

Menciptakan sebuah kaos sepakbola yang elegan, untuk bekerja dengan gaya retro. Emilio memikirkan bagaimana agar kaos tersebut dipakai untuk keseharian, tidak hanya dalam pertandingan. Namun, tetap menyimpan identitas tim, dan identitas sepakbola itu sendiri.

Hasilnya desain konseptual terbarunya mengungkapkan tampilan vintage yang terinspirasi dengan beberapa tim yang paling terkenal di dunia. Setiap ilustrasi digunakan dengan Photoshop membuat template retro minimal untuk membantu mencapai tujuannya, rancangan cerdas dan sederhana.(gajah balbalan/kakikukram.com)


Foto:
Behance.net

Powered by Blogger.